Konseling

Sindrom Kesepian

Published on 13 April 2018

KASUS

Seorang ibu tengah baya, wanita karir berusia 41 tahun bernama Sari (Samaran) datang konsultasi. Suaminya pengusaha sukses dan mapan. Tidak heran kedua anak mereka yang sudah SMP sekolah bertaraf internasional. Punya mobil dan rumah mewah.

Sayangnya hubungan mereka beberapa tahun terakhir hambar. Mereka masing-masing sibuk. Apalagi suami Sari kaku dan sama sekali tidak romantis. Sementara Ibu Sari punya kebutuhan dan bahasa cinta ngobrol dan kebersamaan.

Read more...
 

Pohon Keluarga, Konflik dan Perselingkuhan

Published on 13 April 2018

Wade, Lana, Rita dan Skip tanpa berpikir panjang bersikap reaktif terhadap satu sama lain; ini adalah pola dalam keluarga yang “melebih-lebihkan dan mempertajam perbedaan".

Sementara konflik berkembang dan perlawanan/pertentangan menjadi semakin keras, anggota-anggota keluarga semakin tersedot dalam pusaran emosi yang menegangkan.

Jika pola seperti ini muncul dalam keluargamu, apa yang bisa Anda lakukan? Jika Anda cukup berani untuk masuk ke dalam gelanggang ketegangan emosi yang tinggi itu serta mengikuti beberapa langkah berikut ini, kemungkinan besar Anda akan bisa melihat interaksi yang lebih tenang, dan lebih positif diantara anggota-anggota keluargamu.

Read more...
 

Keintiman dan Kesehatan Mental Keluarga

Published on 28 February 2018

Akhir-akhir ini banyak kasus konflik pasutri dan pemberontakan anak justru karena klien tidak bijak mengatur waktu. “Apa yang dipersatukan Tuhan” justru dipisahkan kesibukan-kesibukan Pelayanan Gereja, disamping agenda kantor yang ketat. Tanpa sadar, Pemimpin gereja ikut menyumbang potensi kerusakan keluarga, karena membuat program pelayanan yang tidak pro pada kesehatan sistem keluarga jemaatnya.

Agenda gereja setiap minggu sangat rapi dan ketat. Bahkan siapa yang lalai diberi sanksi. Misal, tidak boleh terlibat melayani. Sebaliknya coba perhatikan apakah agenda yang sama ada untuk pasangan atau anak ? Keluarga tak jarang mendapat sisa atau ampas waktu. Menyedihkan bukan? Kalau istri minta waktu, jawaban sang suami: "Kalau ada waktu", atau "Lihat nanti". Tapi agenda pelayanan gereja sangat jelas terjadwal ketat. Kalau anak minta waktu jalan-jalan hari Sabtu, jawaban Orangtua: "Bapak ada acara gereja". Hari minggu apalagi. Sibuknya luar biasa. Sementara di hari Senin sd Jumat anak-anak sibuk pagi sampai sore bahkan malam.

Read more...
 

Page 1 of 17